RENUNGAN
APAKAH POLIS ASURANSI JIWA ITU?

Oleh
Nicholas Uy De Baron
Sebuah Polis Asuransi Jiwa dilihat sebagai
lembaran kertas berisi kolom angka – angka & bahasa hukum,
sampai polis ini dibasahi oleh air mata seorang janda…
kemudian Polis ini menjadi keajaiban modern.
Polis ini menyediakan makanan, pakaian, tempat tinggal & kebutuhan lain
yang sudah tidak dapat disediakan lagi oleh almarhum ayah tercinta.
Polis ini menenangkan tangisan seorang bayi yang lapar di malam hari.
Polis ini menghibur hati yang sedih karena ditinggalkan oleh yang dicintai.
Suatu bisikan yang menghibur dalam keheningan & kekelaman ketika ...seorang ibu duduk sendirian memikirkan masa depannya.
Polis ini adalah Harapan yang baru...
Semangat & Kekuatan...
untuk mengambil Benang yang Putus & Terus Bertahan.
Polis ini adalah pendidikan kuliah untuk anak laki-lakinya…
Suatu kesempatan untuk Berkarir & bukan sekedar pekerjaan biasa.
Polis ini adalah Hadiah untuk anak perempuannya pada hari Pernikahannya.
Polis ini adalah hadiah ulang tahun Pernikahan untuk istrinya
yang dibungkus dengan penuh cinta oleh tangan suaminya yang sudah tiada.
Polis ini adalah surat cinta paling tulus yang pernah ditulis.
Lewat Polis ini seorang Laki-laki memenuhi kewajibannya
ketika dia berjanji kepada Mempelai wanitanya
“Untuk Mencintai dan Mengayomi dalam keadaan kaya maupun miskin,
dalam keadaan sakit maupun sehat
sampai Tuhan memanggil saya kembali ke rumah Bapa di Sorga”.
Polis ini adalah Perjanjian & Keinginan terakhir terbaik yang pernah dilakukan oleh manusia.
Polis ini memberikan penghasilan masa depan untuk keluarganya yang dia harapkan tetap tersedia.
Polis ini adalah dokumen Ajaib yang merubah harapan menjadi kenyataan
pada saat semua harapan terlihat lenyap.
Polis ini adalah impian mutlak & rencana seorang ayah untuk masa depan keluarganya,
lambang terbaik dari cinta & kesetiaannya.
Lewat Asuransi Jiwa, seorang ayah tetap ada sekalipun dia telah tiada.
Premi yang ia tabungkan telah mewariskan hak istimewa kepada keluarganya
– Hak Istimewa untuk mewujudkan Impian - Impian Keluarganya –
Meskipun IA TELAH TIADA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar